3 Jan 2012

Teruntuk kawanku yang malah bermain hulahoop


Ke mana ruh mu pergi wahai manusia yang menyematkan diri sebagai bagian dari tubuh yang bergerak?!

Tiga hari yang lalu aku masih menjumpai kau mengajak ku berlari mengejar pasukan berkuda yang menghina apa yang kita sucikan; tidak menghiraukan gada besar yang siap menghantam jika kita tertawan; tidak peduli seandainya lelah akan menyergap selepas kita menghabiskan malam tanpa ditemani tidur.
Hanya untuk mengejar para pengkhianat itu, kawan!

Aku tidak pernah memaksa kau untuk menghentikan langkah; untuk mengejar apa yang menjadi impianmu selama ini. Aku sangat mengerti hatimu amat tertarik pada putri cantik nan anggun dari kastil yang menjulang megah itu, aku juga mengerti kau amat mengingini kuda hitam yang gagah dan sangat cepat itu, tapi aku menginginkan kau mengingat kembali bagaimana mereka meremehkan apa yang kau percaya, mengangkangi kaum kita hingga terhinakan tanpa ampun! Ingat itu! TANPA AMPUN! 

Hhh... Kau tahu apa yang aku ingin lihat darimu wahai prajurit yang terkadang jadi pujangga?! Sekedar menampakkan perlawanan! Karena kau tahu bahwa mengendurkan perlawanan berarti memberi sinyal penerimaan terhadap penistaan! Kau tahu bahwa kepengecutan kita saat meninggalkan kapak yang biasa kita genggam untuk memancung lawan-lawan tangguh adalah tindakan menjijikan yang layak kita hardik!

Kawan, suatu waktu pernah kau menceritakan banyak hal tentang apa yang kau tuju. Kau bilang kehormatan bukan apa-apa. Taikucing lah kehormatan seperti yang oranglain tuju. Lantas aku bertanya memaksa apa sebenarnya yang kau tuju jika bukan kehormatan dan penghormatan? Kau jawab: JANNAH!

Ke manakah dirimu yang aku rindukan itu, wahai manusia yang keraskepala?!?! Sudahkah dia mati ditelan bumi? Dimakan cacing? Kau tahu, jika kau tetap bebal membatu dan malah asik dengan bermain hulahoop, sedangkan kau tahu bahwa menjadi ksatria yang berperang dengan kesungguhannya adalah sebuah keharusan, nampaknya kau layak untuk diserapahi dengan apa yang dahulu kau selalu katakan pada mereka yang membelot: PECUNDANG YANG BERENGSEK!!

*teruntuk kalian yang tengah terseok di perjalanan panjang menuju revolusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar