4 Apr 2012

Reportase Dialogika Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komsat Pembebasan Utara

 
“Yang salah itu SBY, bukan rakyat. Maka dari itu, SBY harus segera diturunkan dan rezim sekarang sudah tidak layak dipertahankan.” Begitulah kira-kira respon dari Presiden Mahasiswa (Ketua BEM Politeknik Negeri Bandung) ketika merespon pernyataan salah seorang wanita, peserta Dialogika (28/3) yang berpendapat bahwa kenaikan harga BBM saat ini memang harus pemerintah lakukan, karena ini semua untuk kebaikan rakyat dan rakyat tidak berhak menyalahkan pemerintah dengan kenaikan harga BBM ini.

Acara yang diadakan oleh Gema Pembebasan (Gerakan mahasiswa Pembebasan) komisariat Pembebasan POLBAN ini memang menarik dan banyak mengundang perhatian masyarakat kampus Politeknik Negeri Bandung. Hal ini disebabkan salah satunya karena acara ini diadakan ditengah-tengah kantin PUJASERA yang notabene tempat tersebut merupakan salah satu pusat berkumpulnya mahasisiwa di kampus ini.

Acara yang mengambil judul “KENAIKAN HARGA BBM: ASING UNTUNG, RAKYAT BUNTUNG” ini menghadirkan pembicara dari BEM KEMA POLBAN dan disandingkan dengan pembicara dari Gema Pembebasan.

Bima Gusti Tresna selaku Ketua BEM Politeknik Negeri Bandung menjelaskan bahwa rencana kenaikan harga BBM merupakan kebijakan yang mengkhianati rakyat, sekaligus mengkhianati konstitusi. Beliau pun menegaskan bahwa inilah bukti bahwa negeri ini tidak pernah terbebas dari penjajahan asing. “Alasan-alasan pemerintah saat ini untuk menaikkan harga BBM jelas merupakan pengkhianatan kepada rakyat sekaligus pengkhianatan kepada konstitusi, karena kebijakan itu sama sekali bukan untuk kepentingan rakyat, bahkan hanya akan menguntungkan asing.” tegasnya.

Faisal Anugrah selaku pembicara dari Gema Pembebasan mengatakan hal yang kurang lebih serupa dengan apa yang disampaikan oeh Bima, tetapi ia kemudian mengomentari mengenai orang-orang yang masih menganggap bahwa pemerintah saat ini masih baik dan pro terhadap rakyat. Ia menegaskan “Kenaikan harga BBM ini bukan masalah agar hidup ini hemat ataupun agar kita menjadi sabar dengan apa yang terjadi, Tetapi kenaikan harga BBM merupakan kebijakan yang jelas-jelas menguntungkan asing. Kalo ada maling yang datang ke rumah kita, bukan lantas kita bersabar dengan hal itu, atau berprasangka baik dengan maling tersebut, tetapi kita harus meneriakkan bahwa maling itu telah mencuri dan berbuat kejahatan.”

Di akhir acara, meskipun masih banyak peserta yang ingin bertanya, Bima menyatakan bahwa apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk kemajuan negeri ini, maka lakukanlah. Mulailah dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

Sedangkan Faisal dari Gema Pembebasan menyatakan bahwa inilah dampak diterapkannya sistem Kapitalisme, maka kita harus menyadari bahwa apa yang kita lakukan saat ini bukanlah hanya menuntut agar SBY turun, tetapi menuntut agar sistem rusak yang sedang diterapkan saat ini oleh SBY harus diganti dengan sistem yang benar, yaitu Sistem Islam dalam bingkai Daulah Khilafah. Karena itu, salah satu tugas mahasiswa adalah terus melakukan edukasi atau penyadaran kepada masyarakat bahwa inilah hasil dari diterapkannya sistem kapitalisme-demokrasi, dan seharusnya mahasiswa senantiasa memberikan pemahaman-peahaman yang benar kepada masyarakat bahwa hanya Islamlah satu-satunya solusi. [Tim GP Bandung]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar