Tampilkan postingan dengan label E.V.O.L.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E.V.O.L.. Tampilkan semua postingan

16 Agu 2015

Menikah Adalah....

Bagi sebagian orang menikah hanyalah soal tentang memilih dan mencari orang yang disukai, menyukai dirinya, dan elok parasnya. Sebagian besar dari mereka lupa bahwa suka bisa berubah menjadi tidak suka. Sebagian mereka juga lupa eloknya paras bisa terkelupas. Karena waktu bisa membalikkan keadaan yang tadinya siang menjadi malam, benderang menjadi temaram.

Sebagian lainnya yang menganggap menikah hanyalah soal menggugurkan status lajang menjadi berpasang. Tak mau 'terhina' olok-olok orang karena menganggap paras tak elok sehingga tak kunjung berdua. Sebagian besar mereka lupa bahwa belum berdua bukan hal yang hina. Mereka juga lupa bahwa berdua tidak selalu menghantarkan pada hal yang mulia. Mereka lupa  ada ulama besar yang membujang hingga ajal menjelang.

Ada juga sebagian menganggap bahwa menikah hanyalah soal pemuas birahi. Mencukupkan diri dengan menunjuk tanpa peduli asalkan mampu memuaskan dahaga diri. Sebagian besar mereka lupa bahwa dahaga ada batasnya. Mencukupkan pilihan dengan yang bisa memuaskan dahaga birahi akan mengantarkan pada keinginan 'tak terbatas' hingga pada akhirnya kita akan sadar bahwa ini bukanlah yang kita ingini; bosan.

Ah, ijinkan lah saya tuangkan gelisah saya tentang menikah yang (mungkin) banyak diantara kalian menaruh syak atasnya.

Menikah adalah mengajak berkumpul senantiasa dalam kebaikan. Menjaga pasangan agar terus taat pada pemilik nyawa. Memberikan makanan dan pakaian di jalan taqwa.

Menikah adalah tentang investasi masa depan. Memilih orang untuk bertarung dengan kehidupan di hadapan, jadi pilihlah mereka yang kau lihat akan membuatmu lebih tangguh, bukan yang sering mengeluh.

Menikah adalah tentang investasi masa depan. Mencari orang yang mampu memahami bahwa kita semua akan mati, sehingga harus  dicetak generasi hebat yang mampu bertarung dengan maksiat yang terus datang menghantu, bukan yang sering bergerutu.

Bagi wanita menikah adalah mencari guru. Menentukan pilihan pada yang luas ilmu, mengajarkan dengan keteladanan, kesabaran, agar sifat bengkok yang disemat tidak senantiasa condong pada maksiat.

Bagi lelaki menikah adalah mencari guru. Menetapkan hati pada yang berkapasitas utama sebagai pengajar di madrasah pertama bagi generasi selanjutnya.

Menikah adalah investasi masa depan. Mencetak generasi gemilang untuk peradaban, memastikan mereka berkontribusi bagi kaum muslimin dan menjadi bagian dari  kalangan shaalihiin.
read more

17 Des 2012

Duka Nestapa Tahunan

Di tulisan ini saya mau wakwekwok tentang apa coba? Saya sebenernya agak berfikir berulang kali tentang apakah bakalan nulis tentang ini atau enggak, tapi saya pikir yang akan saya bahas ini adalah pembahasan ashoy yang bakalan nyentil banyak orang. Termasuk kamu, iya KAMU!

Meskipun tulisan ini agak berbau curcol, tapi sungguh tujuannya bukan curcol, mamen! Sekedar menularkan kegundahan yang ada di antara dua telinga saat dia berbenturan dengan fakta.
"aku sayang sama kamu, aku niat menikahimu sehabis kuliah" | apa artinya?| duka nestapa tahunan.
Yap. Kegundahan saya untuk menulis tema ini dimulai ketika saya browsing dan buka tulisan-tulisan yang di-share via socmed.

Di google plus saya baca tulisan yang saya kutip di atas itu. Yang mana? Itu yang di kasih cetak tebal lho! Aha! Mungkin kalian sudah mulai mengerti pembahasan kita akan mengarah ke mana. Kemana? Tentu saja ke arah pembahasan tentang (pra) pernikahan.

Kutipan di atas itu sebenarnya kutipan dari tweet-nya Ust. Felix Siauw. Baydewey, sebenarnya kutipan di atas udah gak original. Ini kutipan original nya: "aku sayang sama kamu, aku niat menikahimu sehabis kuliah" | perkataan ini dilisankan anak SMA? apa artinya? | "duka nestapa tahunan"

Lho? Lantas kenapa dihapus itu kata-kata "dilisankan anak SMA"-nya? Karena menurut saya sindiran atas kondisinya masih relevan juga jika saya hapus kata-kata itu. Maksudlohh?Maksudlohh?Maksudlohh?

Haduh, begini saja mamen, daripada saya nambah bingung dan makin ngelantur, mari langsung sajah tu de poin.

Dalam Buku Risalah Khitbah karya Ustadz Yahya Abdurrahman disebutkan bahwa saat seorang sudah mengkhitbah, maka hendaknya jangka waktu antara mengkhitbah dengan menikah janganlah terlalu lama. Beliau mengatakan bahwa meskipun tidak ada jangka waktu yang ditentukan oleh Syara', namun menurutnya rentang waktu satu tahun itu sudah terlalu lama untuk waktu mengkhitbah. Kenapa? karena dikhawatirkan terjadi aktivitas yang tidak dibenarkan oleh syara' dan malah mengarah pada justifikasi "pacaran Islami".

Beliau juga menambahkan bahwa laki-laki yang dibenarkan untuk mengkhitbah adalah laki-laki yang sudah ber'azzam untuk menikah. Maksudnya adalah seandainya pihak wanita menginginkan pernikahan diselenggarakan satu-dua minggu setelah proses mengkhitbah, maka pihak laki-laki akan langsung mengatakan "SIAP" tanpa A-I-U lagi.

Seseorang belum dikatakan benar-benar ber'azzam jika satu waktu "ditodong", kemudian masih memikirkan lagi. Beliau membedakan antara "sudah ber'azzam" dengan baru "ingin" saja. Orang yang ber'azzam sudah pasti memiliki keinginan, tapi orang yang ingin belum tentu ber'azzam.

Jadi inti curcol kali ini apa? 
JANGAN MENGKHITBAH JIKA HANYA BARU INGIN MENIKAH dan BELUM BER'AZZAM!!

"TAKKAN LARI GUNUNG DIKEJAR"

read more

11 Nov 2012

Wahai Engkau yang Entah dengan Siapa Aku Berbicara

Senggang waktu kah kau saat ini? Maukah engkau aku ajak berbicara? Agak sedikit berandai-andai nampaknya. Ah, meskipun enggan, aku ingin memaksamu duduk. Mendengar dengan hati dan pikiran terbuka.

Bukan! Bukan berandai mengawang yang tidak jelas, tapi meneguhkan kesiapan mu dengan masa depan "kita". Emm.. Meskipun belum ada "kita" sekarang.

Yang ingin aku bicarakan pertama adalah tentang ikatan. Suka kah engkau jika aku katakan bahwa aku akan menyayangimu sekedarnya? Tidak dalam keadaan sangat, apalagi takut kehilangan mu. Aku tidak akan takut jika suatu saat ada yang mengambilmu. Tak perlu menangis sedu-sedan seolah tanpa akhir, tak perlu merasa kehilangan berlarut seandainya hari itu tiba, cepat ataupun lambat. Karena malaikat maut tidak bisa aku cegah, wahai penyempurna separuh agama. Sungguh, aku pun ingin engkau mengatakan hal yang sama.

Kemudian, hal lain yang ingin ku katakan adalah bahwa jalan yang akan ada di depanku memang bukan jalan landai yang diliputi kesenangan hidup. Kesenangan dan kelapangan hidup tak mampu aku janjikan, wahai calon Ummu Zhaafirah! Apa yang akan kau lakukan seandainya di satu pagi kau mendapatiku dijemput dengan tangan diikat dan mata ditutup? Menangis keras kah? Atau engkau akan se-keras-kepala pendamping Naveed Butt?
Lalu tentang penerus kita. Kelak, jika kita dipercayai memiliki penerus nama dan degup jantung kehidupan, rela kah engkau seandainya aku katakan bahwa aku tak segan melepas mereka bersanding dengan penghulu para martir? Aku ingin mereka bertemu dengan Hamzah atau pun Sumayyah. Aku bahkan membayangkan engkau lah yang menyiapkan perlengkapan mereka sebelum meninggalkan rumahnya yang sederhana. Ditemani kecup hangat dari Bundanya yang shalihah.

Aduhai! Tahukah engkau betapa kecamuk pikiran semacam itu senantiasa melompat-lompat di neuron-ku?

Yang membuatku lebih gila lagi adalah kegelisahan pikiran: apakah aku mampu membuatmu menjadi sosok "sempurna"? Kenapa? Karena di belakang lelaki tangguh hampir selalu ada wanita hebat yang menyertainya, namun sepertihalnya lelaki, hebatnya wanita tidak ada sejak kelahirannya. Ayah-Ibu menjadi syarat pembentuk lingkungan awal, kemudian pendamping-lah yang meneruskan mengawal dan menjadikannya jauh lebih hebat lagi.

Teruntuk engkau, calon penghulu bidadari dambaan--yang entah dengan siapa aku berbicara.


_________________________________________________________________
DariUmm Salamah, isteri Nabi SAW, beliau menuturkan :
Aku bertanya, "Yaa Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?

Baginda menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."

Aku bertanya, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"

Baginda menjawab, "Karena solat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas."

Mereka berkata : "Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami reda dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."
(Hadis Riwayat ath-Tabrani)
read more

15 Sep 2011

Intermezzo

Hei! Don't be surprised like that! I'm not turned this blog to be J-style or fulfill this blog with many songs' lyrics! I just wanna share a good song to be heard when you want to be a little bit relax. Beside the meaning of the lyrics is pretty cool. Here you are, a song that sing by RYTHM: Ni-juu Tsubu no KOKORO (20 つぶ の こころ).


20 つぶ の こころ [Ni-juu Tsubu no KOKORO]

春の影 漂う季節
君が 大人になってゆく
嬉しいような 悲しいような思いがよぎる

いつだったか手紙をくれた 君の言葉に涙した
偶然じゃなく 運命じゃなく ただそこにあるもの

生まれる前から知っていたような心地
生まれ変わってもやっぱり 出会うはず

こんなにたくさんの幸せがいつもそばにあるのは
嘘のないありのままの君が笑ってるから

もしも歌声を失っても忘れないでいようね
その優しいほほえみにココロあたたかくなる

「大好きだよ。」

突き抜けるほど 遠い空 今の気持ちによく似ている
近づくように 追い越すように 優しい風が吹いた

変わることが恐くて 逃げたいとき
変われることを誇りたい
そう思った
そう気付いた

こんなにたくさんの感情が溢れ出していくのは
二度とない この気持ち 君に伝えたいから

例えこの先が見えなくても ずっと 今を生きよう
僕がいて 君がいる
ただそれが 何よりも ねぇ…嬉しい。

出会うはず 出会いたい

こんなにたくさんの幸せがいつもそばにあるのは
嘘のないありのままの君が笑ってるから

もしも歌声を失っても忘れないでいようね
その優しいほほえみに心あたたかくなる

「大好きだよ。」


Here is the meaning of each lyrics:

20 Little Pieces of Heart


The shadow of spring hangs in the air
And you’ve grown up to be an adult
Isn’t that great?
Yet now, a thought of sadness crosses my mind
You used to send me letters
And I saw the tears in your words
I don’t think it was chance, or fate,
it just happened
It’s a feeling I knew, even before I was born
You changed, just like I expected
I should be with you
I want to be with you
With you by my side,
there’s always plenty of happiness
The truth contains no lies,
when you smile at me
If I lost my singing voice
I know you still would not forget it
Your gentle smile
warms my heart
“I love you so much.”
The breaking sky in the distance
resembles the feelings I have now
In order for it to come closer, or go futher
a gentle wind has to blow
When you’re afraid of change, and want to run
I want you to welcome the change
Yes, that’s what I think
Yes, that’s what I know
This way there are many emotions
that start to overflow
Because I want to show you the feelings
that can only happen once
If at first you don’t see it
you can keep on living
Where I go, you will be
There’s nothing better
compared to that...don’t you think?
I should be with you, I want to be with you
With you by my side,
there’s always plenty of happiness
The truth contains no lies,
when you smile at me
If I lost my singing voice
I know you still would not forget it
Your gentle smile
warms my heart
“I love you so much.”


read more

7 Agu 2011

Anda harus tahu sebelum memutuskan akan menikah. *for adult only! :p

Pernikahan adalah suatu "kelumrahan" dalam episode kehidupan manusia. Semua manusia yang berakal sehat tentu saja akan memiliki keinginan untuk mengarungi bahtera pernikahan, meskipun bukan rahasia lagi bahwa pernikahan adalah gerbang menuju kehidupan multidemensional dan lebih kompleks dibandingkan jenjang kehidupan sebelumnya. Hal ini karena dalam pernikahan menuntut menghadirkan kematangan berbagai aspek dua manusia yang akan dipersatukan dalam ikatannya. Bukan berarti dalam saat kehidupan melajang seorang insan tidak dituntut untuk menghadirkan kematangannya, namun sesungguhnya kehidupan pernikahan memang menuntut kuantitas dan kualitas kematangan yang lebih.

Saat seorang pria sudah bersanding di pelaminan dengan wanita pujaannya, maka sejak saat itu dan seterusnya dia telah berganti status menjadi seorang pria yang utuh dengan titelnya sebagai seorang suami dan calon ayah. Begitu pula sebaliknya, wanita menapaki fase-fasenya sebagai seorang wanita, dan kemudian dinisbatkan gelar istri padanya pada saat seorang laki-laki sudah terikat dengannya.

Setiap fase yang ditapaki manusia--baik pria maupun wanita--akan senantiasa menuntut kemampuan minimal yang dimilikinya agar dia 'layak' untuk dinyatakan sebagai manusia yang berada di tahapan tersebut. Orang-orang yang bergelut di bidang Teknologi Informasi menyebutnya sebagai "minimal system requirement". 

Jika ada manusia yang dengan tolok ukur "jam hidup" seharusnya sudah mampu untuk melakukan satu hal, namun dia masih belum bisa melakukannya, maka kemungkinan dia akan 'tersingkir' dari kehidupan sosialnya (jika dia tidak berusaha "menutupi" kekurangannya itu dengan menonjolkan kebolehannya di hal lain), atau masih memiliki kehidupan sosial, namun dengan pandangan masyarakat bahwa dirinya "berbeda" (jika dia benar-benar tidak mampu melakukan "apapun").

"Manusia (selain Nabi dan Rasul) memang tidak ada yang benar-benar memenuhi kriteria untuk dikatakan SEMPURNA meskipun penciptaanya paripurna." 
 Itulah kata-kata yang sering kita dengar. Anda merasa seperti itu? Ya! Tentu saja. Manusia akan senantiasa merasa seperti itu, olehkarenanya manusia akan senantiasa meningkatkan kematangannya dalam berbagai perannya, termasuk dalam perannya dalam rumahtangga.

Hal yang ingin saya bagi di sini adalah bahwa manusia biasa--meskipun TIDAK pernah mampu meraih kehormatan bergelarkan "sempurna"--perlu tahu dan berusaha memenuhi sebab-akibat untuk menjangkau "Minimum System Requirement" setiap fase kehidupannya, termasuk fase kehidupan yang didaulat sebagai separuh dari agama dan menjadi Sunnah pembawa risalah-Nya. Hal ini dibutuhkan agar saat menapaki fase itu, kita mampu memiliki kehidupan yang "normal" serta memiliki ketahanan yang mumpuni.

===============================================================

Sepenggal dialog 'unik', karena seorang yang sudah menikah bertanya tentang pernikahan pada orang yang belum menikah.. :)
  • Assalamualaikum, masbro (*sebenarnya, beliau manggil nama. Selanjutnya nama itu akan terus diganti menjadi "masbro"  :-).. Ini XXX (**disamarkan untuk privasi ibu ini).. Approve, ya.. mau tuker fikiran.. Butuh pencerahan..
  • Wa'alaykumsalam.. Sip..udah diconfirm,bu..
  • masbro,, minta ilmunya.. XXX lagi bener-bener pengen tau hak-hak seorang istri dan kewajiban istri. Plus sebaliknya.. Terus kalo suami berbuat dijalan yg salah kewajiban istri kan buat mengingatkan..? Tapi kalo misalkan suami ga sadar sadar kalo ternyata jalannya salah dan meminta istri nya untuk tidak mencampuri urusan nya gimana?? Dosa ga istri nya kalo gitu?? Nuhun ya masbro.. 
  •  bu XXX punten baru dijawab, soalnya baru ada kesepatan ke warnet..maklum belom ada modem sendiri..(curcol dikit.hehe)

    Beberapa kewajiban istri yang harus dipenuhi:
    1. Mentaati suami dalam perkara yang baik
    2. Tidak boleh memasukkan seseorang ke dalam rumahnya ketika suaminya tidak ada
    3. Tidak keluar rumah kecuali dengan izin suaminya
    4. Menjaga harta suami
    5. Melayani dan membantu suami
    6. Mensyukuri kebaikan suami

    Kewajiban Seorang Suami
    1. Membantu istri agar selalu taat kepada Allah swt

    2. Memperlakukan istri dengan baik.
    3. Menafkahi istri dan anak .
    4. mengingatkan istri yang tidak taat suami.

    lengkapnya bisa didownload: #linknya sudah dipindah ke bagian bawah artikel untuk keindahan penempatan. :)



    kalo suami salah, ya istri wajib mengingatkan... hal ini menjadi hukum asal kewajiban seorang muslim: memerintahkan yang ma'ruf (kebaikan), dan mencegah hal munkar (keburukan).
    kalo suami ga sadar, mungkin perlu dievaluasi mulai dari cara kita menyampaikan, apakah sudah tepat dan secara halus.. karena meskipun yang kita beritahukan adalah kebaikan dan kebenaran, tapi kalo cara yang dpake "gak cocok" sama orang yang kasihtau, biasanya malah nolak..
    hal lain yang perlu diperhatikan adalah tentang diri kita sendiri.. menurut pengalaman ini mah: kalo kita sendiri masih sering melakukan kesalahan, biasanya agak susah masuk kalo kita ngingetin ke orang lain.. seolah2 Allah lebih menutup hati orang yang kita ingetin.. nah karena itu, selain mengingatkan orang lain, kita juga tentu harus sambil memperbaiki diri juga..

    selain itu istri yang mengingatkan juga harus sabar, bu... karena manusia butuh proses..
    bicarakan baik2, dengan hati dingin, diiringi doa, dan dengan mengandalkan kedewasan suami-istri, saya yakin semua masalah bisa diatasi..:)
    wallahu'alam..
==========================================================================
SEMOGA MENGINSPIRASI!
WALLAHU'ALAM....

download terjemah kitab/buku Al-lnsyirah fi Adabin Nikah Zaadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'lbaad Juz 4 di 4shared.com di 4shared.com | di Mediafire.com (Tuntunan Lengkap Pernikahan-Ibnul Oayyim Al-Jauziyyah [warning!!! seriously for adult only!!!] )
read more

25 Jun 2011

prahara rasa

Saat rasa menjadi bencana.
Menjelma prahara berdalih kasih, maka liar rasa menjadi raja tata kata dan langkah.
Duh! Andai waktu itu dapat aku jemput kau di persimpangan, mungkin jinak yang ku peroleh!
Andai boleh menoleh, kembali mengamati hati hingga mendapati arti, mungkin kini tak mati!
Pada akhirnya, gundah selalu saja melipat di saat yang tepat! Bahkan memaksa curiga hingga batas teratas ‘Arsy.
Huh! Seandainya ku kelu, tentu tak akan dapati keluh keluar bersama peluh yang berpuluh-puluh!
read more

3 Jun 2011

Mengertilah! Karena aku mencintaimu dalam diamku

Tidak ada manusia yang tidak memiliki rasa cinta. Kehadiran hawanya menjadi sebuah kelumrahan, namun saya katakan bahwa pengejawantahannya di jalan yang tidak direstui Pencipta Rasa, adalah suatu bentuk kekurangajaran! Bentuk pembangkangan yang melawan kodrat penciptaannya.

Malapetaka ‘pengejawantahan rasa’ biasanya dimulai dari kompromi-kompromi hati dengan tingkah-tingkah kecil dan sederhana. Ya! Karena sesederhana apapun tingkah manusia pada manusia lain yang ‘berasa berbeda’, akan menghasilkan kesan mendalam yang sanggup meledakkan hari! Akan berbeda rasanya saat ada seorang tukang ojek yang menawari untuk membonceng dengan saat ada kakak kelas kecengan—misalnya—yang memberikan sedikit senyum dan mengajak mengobrol basa basi, sekedar me-like status, apalagi menawari membonceng!

Saya bisa saja menjadi orang yang paling romantis yang pernah anda kenal; menghujani hari-hari anda dengan setumpukan sajak-sajak merah-jambu yang mampu melenakan waktu, menarik purnama hingga seolah tak terjarak atau bahkan seolah mampu dijejak. Namun saya lebih mencinta menggengam bara: memendam rasa hingga tiba masanya. Jika tak kunjung tiba, maka sayang ini mungkin bukan untuk anda.

Jika suatu waktu rasa mulai dengan kurang ajar menggoda, maka saya pastikan akan berubah membalik suasana. Takkan ada lagi tingkah bijaksana di depan anda. Saya akan membuat anda membenci saya! Maaf.

“God help I’m sick
God forgive I’m weak”
[Purgatory: hypocrishit]
TABIK!
[mumtaaz]
read more