18 Mar 2012

Batallamos Hasta La Victoria!

Tak ada manusia yang rela tujuannya tidak tecapai. Entah itu tukang cendol, para politikus pro status quo, apalagi orang-orang yang berusaha menggulirkan perubahan.

Manusia akan senantiasa berada pada tujuannya yang dia percayai layak untuk diperjuangkan. Contohnya adalah Che, seorang yang menjunjung tinggi idenya sampai dia mati bersimbah darah karena dihadiahi sembilan peluru oleh Mario Teran sang kacung pemerintah Bolivia, dan Hamzah bin Abdul Muthallib yang syahid karena ditombak dan dilahap organ hatinya oleh Hindun adalah beberapa contoh orang yang memegang teguh apa yang dia yakini walau diterjang badai zaman, hingga nyawa harus tergerus!

Bagi orang-orang yang tidak mengerti penting dan harusnya apa yang kita perjuangan, pasti akan memandang "ancaman himpitan kesulitan hidup karena memegang idealisme" dengan pandangan yang suram dan dahi berkerut, namun seiring dengan menguningnya daun dan runtuhnya pemahaman salah, "ancaman himpitan kesulitan hidup" karena memegang teguh apa yang kita yakini pun pada kelanjutannya tidak lagi menjadi sesuram saat kita hanya yakin hingga di kerongkongan. Bahkan, nampaknya bagi sang pengemban ide itu justru akan menjadi 'bumbu hidup' yang menggairahkan! Coba bayangkan, apa asiknya hidup dengan alur yang lurus dan tidak ada likaliku-nya? Meskipun tentu saja bukan berarti bahwa kita memperjuangkan sesuatu hanya demi mencari kegairahan hidup. Bukan! Dalam konteks ini, hadirnya kegairahan hidup hanya boleh dipandang sebagai efek samping yang mengiringi keteguhan langkah dan ketegasan sikap. Tidak boleh lebih dari itu!

Yang ingin saya katakan adalah bahwa konsekuensi dari keyakinan yang dipegang dengan dalam--lebih dari sekedar di kerongkongan--meniscayakan adanya pengorbanan. Bukan omongkosong bahwa waktu, harta, bahkan nyawa menjadi hal yang lumrah untuk dikorbankan, "sekedar" untuk mencapai tujuan. APAPUN tujuan itu! Tujuan baik, buruk, ataupun yang entah apa namanya.

Nah, apa yang kita korbankan akan menjadi petunjuk: hal apa dalam hidup kita yang menjadi komponen central (poros), dan apa yang menjadi 'satelit'.

Ada yang berani meninggalkan dunia kerjanya yang mapan demi menyambut seruan meninggalkan transaksi ribawi, ada yang berani meninggalkan pacarnya demi menyambut seruan menjauhi perbuatan yang mendekatkan diri dari zina, ada yang berani meninggalkan dunia demi meninggikan Dien yang telah mengangkat derajat diri dan kaumnya.

Ada yang meyakini bahwa dunia ini segalanya, maka dia jadikan ukuran dunia sebagai poros hidupnya. "Apa kata dunia?" katanya.

Ada yang  meyakini bahwa idealismenya menjadi hal yang harus diperjuangkan. Maka dunia akhirnya menjadi yang dijadikan sebagai gurauan saja. Tidak lebih!

SAYA? Sudahkah memegang hal yang layak untuk dijadikan poros hidup??
KAMU? Sudah berani mengorbankan apa demi hal yang dipandang layak dijadikan poros hidup??
Tujuan akhir seperti apa yang hendak kita raih?
Penglihatan dari mana yang kita khawatirkan?
Penghormatan siapa yang kita harapkan?

Mungkin kalian akan mengira saya akan berkata: "tidak perlu diutarakan. cukup dalam hati." tapi saya katakan: "UNGKAPKAN SECARA JELAS! JAWAB DENGAN LANTANG! JIKA PERLU, TULIS DAN PAMPANG DI KAMAR ANDA!"

Kenapa? Karena akan jelas: layakkah hidup yang sekarang anda jalani untuk diteruskan? Atau perlu berbalik arah?

Bagi yang sudah mendapati jawaban "YA", maka sudah saatnya berteriak dengan lantang: BATALLAMOS HASTA LA VICTORIA!!!
[akira]
read more

13 Mar 2012

Reportase IIC III | 30 Januari 2012 | auditorium Miracle UNIKOM



Senin 30 Januari 2012 Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GP) kembali menggelar Islamic Intellectual Challenges (IIC). Di edisi yang ke-3 ini, Gerakan Mahasiswa Pembebasan wilayah Jawa Barat mengambil tema “Pembatasan BBM Bersubsidi, untuk Kepentingan Rakyat atau Asing?” 

Acara yang diselenggarakan di Auditorium Miracle UNIKOM dan dihadiri sekitar 100 orang ini menghadirkan empat orang pembicara. Pembicara pertama adalah bapak Singgih Saptadi, ST, M.T., seorang business technology alignment. Beliau mengatakan bahwa rencana pemerintah ini sudah lama dimunculkan, yaitu sejak tahun 2010 lalu. Namun di awal rencana banyak rakyat yang memprotes dan tidak setuju. Beliau melanjutkan bahwa untuk mencari akar permasalahan pengelolaan SDA di negeri Muslim (termasuk Indonesia) tidak relevan lagi kita hanya melihat potensi SDA Indonesia saja, karena jika dilihat secara global, potensi SDA umat Islam sangat besar sekali. Negeri-negeri kaum muslim memiliki sumber minyak lebih dari 60% di dunia, belum lagi sumber-sumber energi yang lainnya seperti gas, batubara dll. Kemudian dalam konteks Indonesia, tidak adanya dukungan dari pemerintah membuat pertamina tidak agresif, sehingga tidak mampu sekedar melakukan regulasi di dalam negeri, apalagi melebarkan sayapnya ke luar Indonesia. Beliau menilai bahwa pemerintah Indonesia nampaknya sengaja menyusun  regulasi yang membuat perusahaan asing masuk ke Indonesia.
DR. H. Agus Supraman SE, M.M.
Pemaparan kedua disampaikan oleh DR. H. Agus Supraman SE, M.M., dari DPW Partai Nasional Demokrat Jawa Barat. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah kita ini malas, karena sudah lama isu ini diwacanakan tapi hingga kini persiapan infrastruktur untuk menunjang pembatasan BBM ini belum juga memadai. Banyaknya SPBU yang belum bisa menyediakan Pertamax—karena memang keterbatasan fasilitas dan sarana penunjangnya—menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius dan malas dalam mengatasi masalah ini. Beliau menambahkan meskipun harga BBM dinaikkan dan pemerintah bisa menghemat APBN hingga lebih dari Rp 30 triliun, namun menolak, karena sejatinya minyak itu adalah milik rakyat, jadi harus dikembalikan ke rakyat. Beliau lebih banyak menyamapaikan fakta-fakta dan cerita. Yang menarik di dalam presntasinya, beliau mengutip hadist Rasulullah SAW, tentang keharaman Privatisasi SDA, “kaum muslim itu berserikat dalam 3 hal, air, padang dan api.”
Ust. Lutfi Afandi, S.H.
Pemateri ketiga adalah Ust. Lutfi Afandi, S.H. Beliau adalah humas DPD I HTI Jawa Barat. Beliau menyampaikan bahwa ini adalah permainan asing, lembaga-lembaga asinglah yang mengusulkan untuk liberalisasi migas. Lembaga-lembaga asing ini terus menekan pemerintah Indonesia untuk segera mencabut subsidi BBM karena mereka akan sulit bersaing di pasar Indonesia selama pemerintah Indonesia masih menjual BBM dengan harga di bawah standar harga mereka.  Beliau memberikan contoh bagaimana SPBU-SPBU asing (petronas, shell dll) yang ada di Indonesia sangat sepi pengunjung. Tentu jika hal itu tetap dibiarkan pastilah mereka (SPBU-SPBU asing) akan mengalami kerugian. Oleh karena itulah pemerintah di bawah tekanan asing itu ingin segera mencabut subsidi BBM dengan berbagai macam alasan dan cara. Ini menunjukkan bukti keberpihakan pemerintah kepada para pengusaha asing daripada kepada rakyatnya sendiri.
Abdi Tri Sulistyo
Pemateri terakhir adalah wakil dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan kota Bandung, Abdi Tri Sulistyo. Beliau menyinggung tentang mandulnya gerakan mahasiswa saat ini dengan kondisi yang terjadi, termasuk saat mengemukanya rencana pemerintah yang akan membatasi BBM bersubsidi. Selain itu beliau juga menyampaikan sikap GP terkait dengan rencana pembatasan ini. Secara tegas GP menolak upaya pembatasan dan liberalisasi migas ini, karena GP melihat bahwa ini adalah kebohongan dan pembodohan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyatnya. Semua alasan yang dilontarkan oleh pemerintah adalah alasan yang mengada-ada, tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Kasus ini semakin jelas memperlihatkan bobroknya sistem kapitalisme, demokrasi dan neo-liberal. Mahasiswa harusnya sadar dan bergerak, jangan malah mandul dalam pragmatisme. Terakhir, Gema Pembebasan menghimbau bahwa sudah saatnya mahasiswa itu sadar akan peran dan jati dirinya, mahasiswa harus bersatu, bergerak bersama-sama menjadikan Ideologi Islam sebagai mainstream pergerakannya, untuk membebaskan diri dari belenggu kapitalisme.[] [GP Jabar]
Pemberian Cinderamata pada Bapak Singgih Saptadi, ST, M.T. oleh penanggungjawab IIC Jawa Barat

read more

8 Mar 2012

REPORTASE AKSI Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Jawa Barat


Bandung, 7 Maret 2012 - Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Jawa Barat melakukan aksi damai dalam menyikapi kebijakan penguasa yang berencana akan menaikkan harga BBM April mendatang.

Aksi Damai yang diikuti sekitar 80 orang mahasiswa ini mengangkat tema “BBM NAIK, CARA REZIM SBY NEOLIB KORUPSI!”.

Aksi dimulai dari Gelap Nyawang ITB pukul 08.00, Longmarch menyusuri Jalan Dago, Dipati Ukur, kampus Unikom, Unpad hingga berakhir di depan Gedung Sate. Para peserta aksi membawa bendera Ar-royah, bendera Gema Pembebasan, dan juga poster-poster yang bertuliskan BBM NAIK-TUMBANGKAN REZIM PENGHIANAT, BBM = HARTA MILIK RAKYAT, IDEOLOGI ISLAM = SOLUSI PROBLEM MIGAS dan sebgainya.

Selama perjalanan peserta aksi juga  meneriakkan yel-yel “Demokrasi pasti mati, demokrasi biang keladi, khilafah janji Allah yang pasti, khilafah pasti tegak kembali”, serta pekikan takbir. Aksi cukup menyita perhatian masyarakat dan para pengguna jalan. Di depan kampus UNPAD, peserta aksi berhenti beberapa saat dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Setiba di depan Gedung Sate, para orator dari berbagai kampus mulai melakukan orasi-orasi. Dalam orasinya, Rezaldi Harisman, salah seorang aktivis Gema Pembebasan menyatakan bahwa Rezim SBY telah berkhianat kepda rakyat dengan menaikan harga BBM. Dia juga memaparkan bahwa sistem Kapitalisme-Sekuler-Demokrasi yang dianut negeri ini telah terbukti gagal dalam mengeolah migas, olehkarenaitu harus diganti dengan Sistem Islam. Kemudian orator lain memaparkan bahwa Islam juga mengatur pengelolaan sumber daya alam.

Di saat aksi tengah berlangsung, perwakilan Gema Pembebasan Jawa Barat masuk ke gedung DPRD untuk melakukan audensi dan bertemu dengan anggota DPRD, dan kemudian rekan-rekan Gema Pembebasan disuruh untuk menunggu. Saat ditanyakan alasan harus menunggu, staff DPRD mengatakan bahwa para anggota dewan yang terhormat sedang tidak ada di tempat. Mendengar kabar tersebut, sontak peserta aksi berteriak “kalian bukanlah Dewan Perwakilan Rakyat, tapi Dewan Pengkhianat Rakyat!” para peserta aksi kemudian berteriak “PENGKHIANAT! PENGKHIANAT!” berkali-kali.

Setelah diteriaki “pengkhianat”, tidak lama kemudian staff DPRD akhirnya mengatakan bahwa ada anggota dewan yang siap melakukan audiensi.


Perwakilan Gema Pembebasan yang berjumlah 7 orang diterima oleh Selly A. Gantina, A.Md (Fraksi PDI-P) selaku ketua Komisi B DPRD Jawa Barat dan Drs. Maman Abdurrahman (Fraksi PAN) sebagai wakil ketua komisi. Ipank Fatin selaku juru bicara aksi menyatakan bahwa Gema Pembebasan menolak dua opsi yang diajukan oleh Pemerintah, yakni pembatasan BBM bersubsidi ataupun penaikan harga BBM. Hal ini dinilai sebagai cara pemerintah untuk melepaskan tanggungjawabnya terhadap masyarakat. Utusan lain dari  Gema Jabar mengatakan dengan tegas “Pemerintah harus taubat dari menerapkan aturan yang mendzhalimi rakyat dan dengan segera menerapkan Islam!”  

Setelah orasi-orasi dan proses audiensi telah selesai, para peserta aksi bersalaman dengan polisi dan intel yang mengawal aksi mereka. [] [GPJABAR]

read more

2 Mar 2012

3 Maret


Kemarin saya iseng-iseng coba mencari kejadian-kejadian yang pernah terjadi setiap tanggal 3 Maret. Ternyata susahnya minta ampun deh. Sampai pinggang pegel terus-terus duduk. Apalagi mata. Merah & gatal-gatal terus. Tapi akhirnya lumayan juga bisa berhasil walaupun sedikit permak kiri kanan. Inilah hasilnya;

3 Maret 2009 Atlet Kriket Sri Lanka diserang oleh belasan pria bersenjata di Lahore, Pakistan
3 Maret 2008 Longmarch Jakarta - Depok dilakukan oleh RISE!
3 Maret 2007 Pakistan mnginterogasi Mullah Abdulah Akhund, Menteri Pemerintahan Taliban
3 Maret 2006 Sergey Lavrov meminta Khaled Mashal untuk merubah Hammas menjadi orpol
3 Maret 2005 Abu Bakar Ba'asyir dinyatakan bersalah atas konspirasi Bom Bali 2002
3 Maret 2004 Al Qaeda mengumumkan telah terjadi pembantaian massal di Irak
3 Maret 2003 Turki melakukan voting ke-2 untuk izinkan USA mendirikan pangkalan di Turki
3 Maret 2002 Invasi USA atas Afghanistan memasuki hari ke-2
3 Maret 2001 Ribuan jemaah haji terjepit dalam pelaksaaan ibadah haji
3 Maret 2000 Jamil Abdullah Al Amin, pendiri Black Panther terlibat perang senjata di USA
3 Maret 1999 Pemimpin Kurdi, Abdullah Ocalan, dijebloskan ke penjara di Turki
3 Maret 1998 Muslimin menyambut seruan jihad Osama Bin Laden melawan Yahudi & Salibis
3 Maret 1997 Macan Tamil Sri Langka mulai membantai warga kembali
3 Maret 1996 2 bom syahid meledak di Israel, Unit Yahya Ayyash klaim bertanggung jawab
3 Maret 1995 Di Somalia, misi perdamaian PBB berakhir
3 Maret 1994 Israel kembali menyerang Tepi Barat
3 Maret 1993 Mohammad Salameh, mujahidin inspirator pemboman WTC I terendus FBI
3 Maret 1992 Negara Bosnia berdiri
3 Maret 1991 Pertempuran terkahir di Rumaila dalam Perang Teluk Jilid 1
3 Maret 1990 Irak menangkap Farzad Bazoft, wartawan Inggris, atas kegiatan spionase
3 Maret 1989 Ummat Islam memburu Salman Rusdhie karena buku Satanic Verses
3 Maret 1988 Majalah XXX Hustler berpesta setelah menang kasus pornografi dengan
3 Maret 1987 Ronald Reagan dipusingkan kasus Iran Contra Affair
3 Maret 1986 Penemuan pertama kali miskroskop dengan tenaga atom
3 Maret 1985 Darah yang disinyalir mengandung virus AIDS dibawa ke Amerika
3 Maret 1984 Iran membawa draft tuduhan bahwa Irak menggunakan senjata kimia ke PBB
3 Maret 1983 Ronald Reagan membuat proposal tentang “Star Wars”
3 Maret 1982 Libya dituduh sarang terrois oleh Amerika
3 Maret 1981 Fowzi Nejad di dalam penjara karena tuduhan melakukan aski terroris di London
3 Maret 1980 Pemimpin Perancis & Kuwait bertemu membahas Invasi Soviet ke Afghanistan
3 Maret 1979 Pesawat antariksa Voyager I mencoba mendekati cincin planet Jupiter
3 Maret 1978 Pemerintah Ethopia memberi izin pasukannya untuk berperang dengan Somalia
3 Maret 1977 Kelompok Hanafi merencanakan serangan ke 3 buah gedung di Washington DC
3 Maret 1976 Sahara Barat berpesta atas hari kemerdekaannya
3 Maret 1975 Iran & Irak mulai berselisih tentang perbatasan mereka
3 Maret 1974 Pesawat D10 Turki Airlines jatuh di Paris, 346 tewas
3 Maret 1973 Israel berencana untuk membunuh tokoh perlawanan Palestina di Beirut
3 Maret 1972 Libya & Uni Soviet berjanji untuk bertemu dalam perjanjian kerjasama
3 Maret 1971 Sheikh Mujibur Rahman, mempersiapkan pidato untuk rakyat Bangladesh
3 Maret 1970 The Nuclear Non-Proliferation Treaty dipersiapkan diratifikasi 43 negara
3 Maret 1969 Pembentukan Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib)
3 Maret 1968 Perang di perbatasan Israel – Yordania semakin membesar
3 Maret 1967 Israel menyiapkan perang dengan Arab pada bulan April
3 Maret 1966 Partai Baath yang berhaluan sosialis merayakan kemenangannya di Suriah
3 Maret 1965 Keluarga Malcolm X mengenang kematian Malcom X
3 Maret 1964 Malcolm X berusaha keluar dari Nation oF Islam
3 Maret 1963 Perempuan Iran berbahagia telah diizinkan menggunakan hak pilihnya
3 Maret 1962 Perancis dan Algeria berencana menghentikan peperangan
3 Maret 1961 Hassan II menjadi Raja Maroko
3 Maret 1960 Tuanku Abdul Rahman berencana memberikan tahta kepada Sultan Selangor
3 Maret 1959 Archbishop Makarios sudah berada lagi di Syprus dari pengasingan
3 Maret 1958 Evakuasi terhadap 300 korban tenggelamnya kapal Uskudar milik Turki
3 Maret 1957 Mesir akan membuka kembali Terusan Suez
3 Maret 1956 Maroko merayakan hari kemerdekaannya setelah lepas dari Perancis
3 Maret 1955 Kampanye anti Perancis semakin menguat di Maroko & Algeria
3 Maret 1954 Gamal Abbul Nasser telah menjadi Perdana Menteri Mesir
3 Maret 1953 Joseph Stalin sedang sekarat karena stroke setelah 31 tahun memimpin Soviet
3 Maret 1952 Turki telah bergabung dengan NATO
3 Maret 1951 Perang Korea: Pasukan PBB akan dikirim ke Korea dalam Operasi Ripper
3 Maret 1950 Tanah Somalia dipimpin oleh mandat Itali
3 Maret 1949 Persiapan Transjordan untuk menjadi pemimpin kerajaan Yordania
3 Maret 1948 Perang Sipil Palestina: Haganah berencana membuat Operasi Nashon
3 Maret 1947 IMF beroperasi untuk hari ke-2
3 Maret 1946 Uni Soviet tetap bertahan di Iran meski pasukan Inggris telah ditarik mundur
3 Maret 1945 PD II: Finlandia yang selama ini netral menyatakan perang pada kekuatan As
3 Maret 1944 Rakyat Jawa semakin menggelorakan pemberontakan mereka terhadap Jepang
3 Maret 1943 Mohandas Gandhi menghentikan mogok makannya dari sejak 10 Februari
3 Maret 1942 Amerika membangun pabrik persenjataan terbesar
3 Maret 1941 Inggris berencana akan menginvasi Suriah
3 Maret 1940 Semua muslim di India diminta berkumpul di Taman Iqbal untuk Pakistan
3 Maret 1939 Gandhi mulai puasa sebagai protes terhadap pemerintahan otokratik di India
3 Maret 1938 Minyak pertama kali ditemukan di Saudi Arabia
3 Maret 1937 Perang sipil di Spanyol semakin membesar
3 Maret 1936 Inggris semakin membolehkan imigran Yahudi untuk datang ke Palestina
3 Maret 1935 Persia akan merubah namanya menjadi Iran
3 Maret 1934 Amir Yaman dengan Ibnu Saud di Saudi semakin terjebak dalam peperangan
3 Maret 1933 Gema Pembebasan Pakistan semakin membesar di tengah rakyat
3 Maret 1932 Hitler mencalonkan dirinya setelah mendapatkan status warga Jerman
3 Maret 1931 Penjajah Inggris mempersiapkan negoisasi dengan Mohandas Gandhi
3 Maret 1930 Gandhi telah memperingatkan Inggris akan terjadi pemogokan massa 8 hari lagi
3 Maret 1929 Trostsky bersembunyi di Turki setelah kabur dari Uni Soviet
3 Maret 1928 Inggris berusaha mengambil alih Malta
3 Maret 1927 Albania berencana menyerang Yugoslavia
3 Maret 1926 Reza Khan berencana memberikan gelar Shah Iran disamping nama Pahlevi
3 Maret 1925 Calvin Coolidge telah menjadi Presiden USA
3 Maret 1924 Setelah 1400 tahun Khilafah diruntuhkan oleh keparat Mustafa Kemal Attaturk

Terakhir, saya berpikir, kalau semua ini pernah terjadi di setiap tanggal 3 Maret, akankah semua hal tadi bakal terjadi apabila Khilafah Islam tidak runtuh di Turki 3 Maret 1924???

hijacked from here
read more

25 Feb 2012

Islamic Intellectual Challenges IV | Auditorium Miracle UNIKOM Bandung



Sabtu, 25 Februari 2012 Gerakan Mahasiswa Pembebasan wilayah Jawa barat kembali menggelar acara bulanannya, Islamic Intellectual Challenges (IIC) edisi 4. Edisi bulan Februari ini, dihadirkan 3 orang pembicara, Ust. Eri Taufik Abdul Karim (DPD II HTI Bandung), Bpk. Kol. (Purn.) Herman Ibrahim (Pengamat Politik), Imaduddin al-Faruq (aktivis Gema Pembebasan Kota Bandung). Menyambut geliat mahasiswa yang semakin panas, Gema Pembebasan mengangkat tema “Gerakan Mahasiswa Menggugat Rezim Neoliberal!.”
ust taufiq

Pembicara pertama ust. Eri Taufik Abdul Karim menjelaskan—dengan mengutip dari Wikipedia—bahwa secara umum Neoliberalisme itu merupakan sebuah bentuk penjajahan ekonomi gaya baru, yang sistem ekonominya lebih fokus pada pasar bebas. Semua ditentukan dari permainan di dalam pasar tersebut. Menurut beliau, ini adalah permainan politik yang syarat dengan kepentingan pemilik modal. Kita bisa melihat fakta di lapangan, perusahaan-perusahaan negara diprivatisasi dengan dilegalisasi undang-undang. Kemudian beliau menyimpulkan bahwa sebenarnya neoliberalisme bukan hanya ranah ekonomi saja, tapi politik, hukum dan yang berkaitan dengan itu juga ikut bermain. Ini merupakan sebuah permasalahan sistemik.
Bpk. Kol. (Purn.) Herman Ibrahim

Dilanjutkan dengan pemaparan dari Bpk. Herman Ibrahim, beliau menyampaikan bahwa ada kata kunci yang bisa kita ambil  dari pemaparan pembicara sebelumnya, yakni bahwa permasalah neoliberalisme adalah permasalahan sistemik, jadi siapapun orangnya selama sistemnya masih seperti ini yakni neoliberalisme maka keadaan akan terus seperti ini (bermasalah). Beliau banyak menyampaikan tentang sejarah negeri ini. Bagaimana negeri ini sudah dan masih di jajah sejak dulu. Negeri ini tergadaikan sejak awal “kemerdekaan”. Beliau juga kemudian menyampaikan bahwa sumpah pemuda, yang sering dijadikan salah satu hujjah bahwa bentuk nation-state Indonesia merupakan kesepakatan bangsa Indonesia, sebenarnya hanyalah sebuah ikrar dari beberapa perwakilan pemuda daerah saja, tidak sama sekali merepresentasikan seluruh kelompok-kelompok pemuda di Indonesia, entah dari mana ikrar itu berubah menjadi sebuah sumpah.
Imaduddin al-Faruq
Terakhir, pandangan dari pembicara ketiga, Imaduddin al-Faruq. Abang aktivis Gema yang satu ini dengan berapi-api mengatakan, awal pergerakan mahasiswa bisa kita awali dari Bandung. Beliau mengutarakan bahwa pada kasus ’98, peran pergerakan mahasiswa di Bandung sangat membantu dalam penjatuhan rezim diktator Orde baru. Dua kampus besar yang ada di bandung yaitu Unpad dan ITB mempunyai romantisme sejarah perjuangan mahasiswa yang cukup mengagumkan. Namun kini, mahasiswa di dua kampus tersebut sekarang cenderung apatis dan apolitis. Bang Imad menyampaiakan bahwa ada 3 faktor penyebab apatisme mahasiswa tersebut. Pertama, gaya hidup mahasiswa yang hedonis, bermewah-mewahan (merupakan bagian dari jarum suntik liberal dalam membunuh karakter mahasiswa). Kedua, fenoma percintaan di dunia mahasiswa, kisah-kisah asmara yang terus dicekoki oleh media (merupakan pemandulan mahasiswa dengan difokuskan pada virus merah-jambu). Ketiga, birokrat kampus yang menyusahkan. Mahasiswa dibuat hanya sibuk dengan tugas-tugas, kegiatan-kegiatan kampus, hanya focus pada dunia kerja dan sebagainya (menjadi politik yang dimainkan sebagaimana orba, dengan pemadatan perkuliahan). Bang imad, mengatakan bahwa peristiwa ‘98 adalah akhir dari kekritisan mahasiswa, setelah itu mahasiswa mati dengan segudang aktivitas mandulnya.

Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta ini Alhamdulillah berjalan dengan baik dan cukup memanas pada saat tanya jawab. Ada pesan yang cukup menarik yang disampaiakan oleh bpk. Herman Ibrahim, organisasi islam masa lalu seperti HMI, KAMMI, dan sejenisnya sudah tidak bisa diharapkan lagi. Mereka sudah kehilangan identitas sebagai mahasiswa gerakan. Idealisme itu sudah tergadaikan dengan jabatan. Beliau mengingatkan bagaimana tokoh-tokoh politik masa kini ketika dulu masih sebagai aktivis mahasiswa. Selain itu, parpol-parpol yang ada pun dikatakan sudah tidak bisa dipercaya. Entah yang berwarna biru, kuning, merah, hijau, dsb. Bahkan disindir dengan analogi angkot.

Ketiga pembicara sepakat bahwa perlu ada sinergitas antara mahasiswa sebagai pemicu perubahan, masyarakat, partai politik yang akan mengarahkan dan mencerdaskan pemikiran masyarakat, dan juga militer yang akan memberikan kekuatan dan perlindungan untuk benar-benar bisa merubah sistem negeri menjadi lebih baik yaitu dengan sistem Islam.

Gerakan mahasiswa saat ini sudah tidak ada pilihan lain lagi, harus mengusung Ideologi Islam sebagai proposal jawaban atas segala persoalan di negeri ini. Dengan modal Ideologi Islam dan quwwah ruhiyah-lah rezim neoliberal beserta akar sistemnya dapat dicabut dan dibuang dari negeri ini. “Maka bergeraklah wahai mahasiswa!” pekik bang imad.[] [Tim GP Jabar]



Sambutan penanggungjawab IIC Jawa Barat


read more

5 Jan 2012

Media Pembebasan: tabloid pergerakan mahasiswa Islam 'rasa' Zine

Berangkat dari rasa resah atas melemah dan mandulnya pergerakan mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Pembebasan Jawa Barat senantiasa mengadakan gerakan-gerakan yang pada kelanjutannya 'menampar' gerakan mahasiswa Islam yang lain untuk bergerak menawarkan ide-ide yang berada di dalam otaknya--terlepas ide apa yang ada dalam kepala mereka.

Gerakan Mahasiswa Pembebasan Jawa Barat sebagai gerakan mahasiswa yang berada di garda terdepan untuk menyerukan pada perubahan dengan Islam sebagai satu-satunya solusi yang ditawarkan senantiasa melakukan kontak dan sinergisasi dengan elemen mahasiswa lain, memandang kebuntuan gerakan-gerakan mahasiswa diantaranya adalah belum terjawabnya kerinduan mahasiswa pada kehadiran media yang berbau pergerakan mahasiswa, khususnya pergerakan mahasiswa Islam. Untuk menjawab kerinduan itu, maka Media Pembebasan hadir di tengah-tengah Mahasiswa.

Penasaran dengan isi tabloid Gerakan Mahasiswa Pembebasan Jawa Barat yang sederhana namun 'menampar'? Unduh di sini!

SALAM MAHASISWA! 
SALAM PERUBAHAN! 
SALAM PEMBEBASAN!
read more

3 Jan 2012

Teruntuk kawanku yang malah bermain hulahoop


Ke mana ruh mu pergi wahai manusia yang menyematkan diri sebagai bagian dari tubuh yang bergerak?!

Tiga hari yang lalu aku masih menjumpai kau mengajak ku berlari mengejar pasukan berkuda yang menghina apa yang kita sucikan; tidak menghiraukan gada besar yang siap menghantam jika kita tertawan; tidak peduli seandainya lelah akan menyergap selepas kita menghabiskan malam tanpa ditemani tidur.
Hanya untuk mengejar para pengkhianat itu, kawan!

Aku tidak pernah memaksa kau untuk menghentikan langkah; untuk mengejar apa yang menjadi impianmu selama ini. Aku sangat mengerti hatimu amat tertarik pada putri cantik nan anggun dari kastil yang menjulang megah itu, aku juga mengerti kau amat mengingini kuda hitam yang gagah dan sangat cepat itu, tapi aku menginginkan kau mengingat kembali bagaimana mereka meremehkan apa yang kau percaya, mengangkangi kaum kita hingga terhinakan tanpa ampun! Ingat itu! TANPA AMPUN! 

Hhh... Kau tahu apa yang aku ingin lihat darimu wahai prajurit yang terkadang jadi pujangga?! Sekedar menampakkan perlawanan! Karena kau tahu bahwa mengendurkan perlawanan berarti memberi sinyal penerimaan terhadap penistaan! Kau tahu bahwa kepengecutan kita saat meninggalkan kapak yang biasa kita genggam untuk memancung lawan-lawan tangguh adalah tindakan menjijikan yang layak kita hardik!

Kawan, suatu waktu pernah kau menceritakan banyak hal tentang apa yang kau tuju. Kau bilang kehormatan bukan apa-apa. Taikucing lah kehormatan seperti yang oranglain tuju. Lantas aku bertanya memaksa apa sebenarnya yang kau tuju jika bukan kehormatan dan penghormatan? Kau jawab: JANNAH!

Ke manakah dirimu yang aku rindukan itu, wahai manusia yang keraskepala?!?! Sudahkah dia mati ditelan bumi? Dimakan cacing? Kau tahu, jika kau tetap bebal membatu dan malah asik dengan bermain hulahoop, sedangkan kau tahu bahwa menjadi ksatria yang berperang dengan kesungguhannya adalah sebuah keharusan, nampaknya kau layak untuk diserapahi dengan apa yang dahulu kau selalu katakan pada mereka yang membelot: PECUNDANG YANG BERENGSEK!!

*teruntuk kalian yang tengah terseok di perjalanan panjang menuju revolusi.
read more

1 Jan 2012

Reportase Islamic Intellectual Challenges edisi 2 | Auditorium Miracle UNIKOM Bandung | Rabu, 28 Desember 2011

Sekitar 130 peserta memadati ruangan Auditorium Miracle kampus UNIKOM Bandung dalam acara IIC (Islamic Intellectual Challenges) edisi ke-Dua, yang diselenggrakan oleh Gema Pembebasan Jawa Barat bekerjasama dengan LDK UMMI UNIKOM. IIC kali ini mengambil tajuk “Refleksi Akhir Tahun, Progeres Gerakan Mahasiswa Islam di Tahun 2011 dan Peluang di Tahun 2012” dengan sub-pembahasan “Mengusung Ideologi Islam sebagai Mainstream pergerakan atau tetap mandul dalam pragmatisme”. 

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kampus di seluruh bandung dan sekitarnya diantaranya ada UPI, Unpad, ITB , Unikom, UIN, STKS, Telkom, Polban, Piksi Ganesha , Universitas Kebangsaan, Universitas Sangga Buana, dll. Bahkan beberapa peserta dari kabupaten Bandung dan dari Garut pun datang menghadiri acara tersebut. Acara yang berlangsung pada Rabu 28 Desember 2011 ini menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama dihadirkan Bapak Adiyana Slamet, Sip. M.Si selaku perwakilan intelektual, yakni dosen Ilmu Komunikasi UNIKOM. Pembicara kedua yakni Ustadz Muhammad Riyan, M.Ag, dari DPD 1 HTI Jawa Barat sebagai perwakilan tokoh ormas Islam, dan yang ketiga adalah perwakilan tokoh mahasiswa, yaitu Kang Dimas Gustiranda selaku Sekjen Gema Pembebasan Pusat. 

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Adiyana Slamet Sip. Msi, beliau memaparkan dengan berapi-api bagaimana mahasiswa saat ini enggan untuk bergerak. Beliau melanjutkan, memang ada banyak sekali gerakan-gerakan mahasiswa, namun kebanyakan dari mereka terjebak dalam pragmatisme, tidak berani untuk memunculkan dan menyerukan sebagai gerakan yang ideologis. Kemudian beliau menambahkan, diharapkan untuk 2012 mendatang, gerakan-gerakan mahasiswa jauh lebih berani lagi untuk bergerak secara ideologis dan tidak terjebak dalam pragmatisme belaka. 

Pemaparan selanjutnya dilakukan oleh Ustadz M. Riyan. Beliau menyampaikan tentang fakta-fakta perubahan dalam masyarakat. Banyak dari kalangan mahasiswa sendiri yang tidak peduli dengan kondisinya. Beliau mengingatkan agar mahasiswa jangan terjebak dengan mitos bahwa mahasiswa-lah satu-satunya agen perubahan. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa adalah bagian dari masyarakat yang harus bersama-sama dengan masyarakat untuk mengadakan perubahan, selain karena dinamika kampus yang begitu cepat. 

Kemudian beliau memaparkan bahwa suatu perubahan itu tidak harus membutuhkan 100% masyarakat untuk bergerak, tapi ada simpul-simpul masa yang strategis untuk melakukan perubahan. Yang harus diperhatikan adalah arah perubahan tersebut, apakah tetap dengan sistem kapitalisme yang jelas-jelas gagal, kembali pada sosialis yang telah tumbang pada 1991, atau dengan sistem yang telah teruji berabad-abad yaitu Islam. 

Materi terakhir disampaikan oleh kang Dimas. Beliau mengibaratkan pergerakan sebagai seorang dokter. Sehingga hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan diagnosa terhadap suatu penyakit (permasalahan), kemudian menentukan akar penyebab penyakit tersebut dan akhirnya adalah memberikan obat (solusi) untuk menyembuhkan masalah tersebut. Ketika permasalahan itu sudah jelas, dan akar permasalahan sudah ditemukan, maka tinggal solusi apa yang akan digunakan untuk menyembuhkan masalah tersebut. 

Saat diterapkan hingga tumbang pada 1991, sosialis sudah gagal. Kapitalis saat ini justru menambah parah kerusakan, maka hanya Islam solusiya. Para pembicara sepakat bahwa perubahan tidak bisa dilakukan dengan pragmatisme, tapi harus ada solusi-solusi ideologis yang diperjuangkan. Dengan berbekal solusi ideologis, gerakan Islam tentu harus menanggalkan pragmatismenya, menjadikan Islam sebagai solusi, dengan Syariah dan Khilafah yang menjawab permasalahan-permasalahannya. 

Acara ini dibuat lebih bersemangat lagi dengan pembacaan puisi yang dibawakan oleh kang Irwan Abdullah, diiringi dengan kibaran-kibaran bendera ar-Royah oleh tim puisi. 

Nantikan, Islamic Intellectual Challenges Gerakan Mahasiswa Pembebasan Jawa Barat edisi ke-3 yang akan lebih dahsyat lagi!

Dari kiri ke kanan:
Moderator: Faisal Anugerah; Pembicara 1 Bpk. Adiyana Slamet; S.Ip, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi UNIKOM); Ustadz M. Riyan, M.Ag (DPD HTI I Jawa Barat); Dimas Gustiranda (Sekjen GEMA Pembebasan Pusat).


(para peserta yang berasal dari berbagai kampus asik mendengarkan pemaparan para pemateri)

(Pembacaan puisi oleh kang Irwan Gunawan)

(salahsatu peserta serius menyimak puisi)




(Peserta akhwat dan ikhwan serius saat pemaparan)

(Pengurus Wilayah Gema Pembebasan Jawa Barat diwawancara oleh Lembaga Pers Mahasiswa Kampus UNIKOM) 


(Penyerahan Cinderamata Pada Ustadz M. Riyan Oleh penanggungjawab acara IIC Jawa Barat)

Berikut presentasi materi yang disuguhkan di acara tersebut:
1. Refleksi 2011 -- Quo Vadis Gerakan Mahasiswa oleh Ust. M. Riyan: Download
2. Materi tentang Pergerakan Mahasiswa oleh Dimas Gustiranda: Download
read more