Tampilkan postingan dengan label sarcastic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sarcastic. Tampilkan semua postingan

30 Jul 2011

are you gay? WTF?!

Some people asks me that f****** question. Do you know, actually I always upset when someone asked me that f***** thing. But hei! I can't make you people sure that I definitely, absolutely, 100% not a gay. The only I can do is asking to you people, what make you think that I'm a gay? Because I have no girlfriend? Because you never seen me closed to a girl? WTF!!

Okay.. Once again I can't make you people sure that I'm not like you people think, but you can read my article about the 'gay thing' on To the Fu**ing homosexual who always texting me almost twice everyday.

About the reason why I have no girlfriend and never closed to girls you can read Mengertilah! karena aku mencintaimu dalam diamku, and Insya'a-llah I will post another article about "nidham al-Ijtima'i fiy al-Islam". Just make sure that you always visit my blog at least weekly..hehe :)

Then that's all I can say to you. Yeah! You, fool people who keep the f****** su'udhan in your f****** mind! If you still keep the f***** mind, I think you'll burned on the h***l with your f***** a** hole!
read more

1 Jul 2011

To the Fu**ing homosexual who always texting me almost twice everyday.

Maap-maap nih, diksi tulisan kali ini mungkin bikin kalian yang baca panas matanya, tapi saya pikir hanya dengan diksi inilah pesan saya akan dapat tersampaikan dengan lugas tanpa celah kepura-puraan, karena kepura-puraan tidak akan menghasilkan apapun kecuali hasil yang pura-pura juga.

Mungkin kalian yang baca aneh, ngeri, atau bahkan jijik dengan judul yang saya pilih, tapi saya katakan bahwa ini adalah perwujudan rasa kesal saya pada manusia-manusia terkutuk yang mengamalkan tingkah-tingkah laknat kaum nabi Luth as.


Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?" (QS. An-Naml: 54)

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.
Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. (QS. Al-Hijr: 73-74)

Sungguh, saya sesungguhnya bukanlah tipe orang yang suka mencaci dan melafalkan kata-kata yang kasar di keseharian saya, namun DEMI ALLAH perbuatan menjijikan pengikut tingkah laku kaum Nabi Luth as. Ini tidak layak untuk dilemah lembuti!
Semuanya bermula dari saya yang harus mengulang suatu mata kuliah praktikum yang salahsatu tugasnya adalah melakukan pemeriksaan psikologi yang akan memunculkan (mengorek) tentang aspek relasi interpersonal seseorang. Saya kemudian memeriksa subjek di laboratorium psikologi, dan ternyata kami harus melakukan anamnesa (penggalian informasi tentang kehidupan seseorang yang diantaranya dengan metode interview). Mau tidak mau, ya saya harus melakukan interview dengan subjek pemeriksaan saya.
Singkat cerita, kami lalu bertemu di dekat masjid kampus. Untuk lebih menjaga privasi, kami lalu mencari tempat yang agak jarang orang. Pindahlah kami ke sebelah selatan masjid. Di situlah saya mulai mengorek kehidupannya, dan tak dinyana kemudian sang manusia laknat itu menceritakan tentang semua perilakunya yang tak jauh berbeda dengan ANJING! NAJIS SAYA SEKEDAR MEMIKIRKAN UNTUK MERANGKAI KATA UNTUK MENDESKRIPSIKAN PERILAKUNYA YANG LEBIH RENDAH DARI BINATANG ITU!
Setelah berakhir proses anamnesa, saya lalu membuat laporan praktikum itu. Belum habis rasa jijik, shock, dan tidak percaya atas cerita subjek yang saya periksa, kemudian manusia keparat itu sejak saat itu selalu mengirimi saya SMS hampir 2 kali dalam sehari!
Saya awalnya menyangka sms itu dari perempuan, karena kadang memang ada perempuan yang entah apa maksudnya mengirim sms ke nomor saya, namun belakangan saya tahu bahwa ternyata makhluk terlaknat itu yang mengirimi sms hampir tiap hari!
Saya akhirnya ber'azzam jika kelakuan terlaknat itu masih berlangsung, hingga waktu tertentu, maka maka saya akan menjadikan dia tidak bisa lagi hidup dengan nyaman!!

read more

7 Mar 2011

sarcasm dialogue

A: Adi aing nu awewe keukeuh hayang kuliah di Psikologi, euy! Kamana nya?
B: nu urang apal nu terkenal teh mun teu di UNPAD, UGM atawa UI weh..
A: ah bingung, an***g!
B: naha bingung sagala?! ngiBING jeung maUNG?
A: enya, an***g! adi urang pas sakola ge nguruskeun na teh bobogohan jeung bobogohan wae! Ngomongkeun na teh lalaki we! Eta teh keur di imah keneh! Kumaha mun jauh ti imah?! Teu kakontrol ku aing! Paur!
B: eta weh atuh nu deukeut, UNPAD atawa UPI, jeung UIN ge aya ketang.
A: oh heueuh. Eta wae kitu??

Huft.. berat buat saya nulis kata-kata sarkas itu (meskipun disensor), hehehe. Tapi saya merasa perlu untuk menulis kata2 itu untuk menggambarkan point apa yang ingin saya sampaikan.
Kali ini saya coba bahas tentang apa coba? Yap! Tentang WANITA! Makhluk yang dilindungi, dihormati dan dimuliakan oleh Allah. (terus kenapa perlu ada kata-kata sarkas yang disensor itu? Kalian bakal tau sendiri!)

Tidak banyak wanita yang menyadari bahwa mereka dimuliakan oleh Allah. Gak percaya? Lihat berapa banyak wanita yang mengiyakan titah Allah buat mengenakan ‘khimar’? Berapa banyak wanita yang mengiyakan titah Allah untuk mengenakan ‘jilbab’?
Ah! saya hampir yakin kalian mulai bête setelah baca paragraf di atas! Iye lah! Orang tuh biasanya gak suka diusik ‘comfort zone’-nya! Jangan pura-pura bilang ‘engga’ deh!
Oke, let’s get in to the point! Begini lho para pembaca yang budiman. Dari dialog di atas (yang memang bener-bener saya alami), saya Cuma pengen ngegambarin betapa sebejad-bejadnya kakak, babeh, ato laki-laki mana pun, sungguh mereka GAK SUDI anggota keluarganya yang wanita atau wanita yang dia sayang disakiti, dilecehkan, atau direndahkan kehormatannya! Coba tanya sama preman-preman yang suka godain cewe dengan manggil “neng, bade ka mana?!” ato suit-suitin kalo ada cewe lewat: dia bakalan gimana kalo emak dia, adik cewe dia, bibi dia, ato mungkin istri dia dilecehin? Beuh! Saya yakin jawabannya bakalan ekstrim! Jawaban ‘paling santai’ kayaknya “ku aing bakal diteunggeulan!”

Saya pikir itu jadi bahan renungan buat saya (semoga buat kalian juga) bahwa kalian Kaum Hawa itu ditinggikan derajatnya oleh Allah ‘azza wajalla! Jangan coba-coba merendahkan diri dengan ‘mengobral’ diri! Hormati diri kalian dengan hanya menampakkan apa yang patut ditampakkan di muka umum. DEMI ALLAH kalian terlalu berharga untuk membuka apa yang seharusnya ditutupi!!! Tidak akan menjadi buruk rupa seandainya kalian hanya menampakkan apa yang patut untuk ditampakkan!

*Emm.. apa dialog di atas nyambung dengan wakwekwok saya? Whatever! Huahahaha!

Teruntuk ‘tulang rusuk’ yang entah berpasang dengan siapa kelak
Jangan biarkan liar pandangan menyibak
Cintailah titah Tuhanmu yang menunjuk
Hingga manisnya jannah kelak kita jejak!

Semoga menginspirasi!
Tabik!
[salfa]
read more